Cerita Misteri Indonesia

Kumpulan cerita hantu, cerita seram, gambar hantu Indonesia.


Hantu Ondel-Ondel

Published under ,

Assalamualaikum, nama ane Fandi, teman-teman panggilnya Pandie. Sebelum ane mulai cerita, ane mau ngasih gambaran tentang ane. Bisa dibilang ane indigo setengah mateng, coz waktu kecil ane bisa lihat gaib2 sering nembus2 tembok dan ternit. Nah karena mental ane gak kuat, jadinya ane sering rewel teruz sakit. Akhirnya entah gak tau diapain sama simbah, cuma yang ane inget ane dipeluk doank, setelah itu ane gak bisa lihat gaib2 dan gak rewel sakit2 an. Tapi setelah umur 15th ++ ane kadang2 masih bisa ngerasain tekanan hawa gaib dan bisa lihat gaib. Jadi ane sering dipesenin sama simbah harus sering puasa, sholat dan ngaji.

Nah skg ane mulai cerita pertama...

Ene cerita waktu ane masih kecil umur 5th, masih peka biasa lihat gaib2, waktu itu ane masih tinggal di Jakarta. Nah suatu hari ane lihat ada sepasang ondel-ondel yang keliling2 komplek teruz diikutin sama segerombolan anak2 kecil. Waktu itu ane juga ikut2an ngikutin ondel-ondel. Setelah capek ikutin ondel-ondel ntuh ane pulang. Sampai di rumah, ane langsung rebahan di kasur.

Dalam keadaan setengah tidur tiba-tiba dari atas ternit jatuh ondel2 yang ane ikutin tadi. Itu ondel-ondel bener2 nimpa ane sampai ane gak bisa nafas. Ene ondel-ondel mulut dan mata nya bener2 bisa gerak. Dari dalam mulut keluar darah warna item. Ane bener2 inget hal ene yang sampai bikin ane agak parno kalau lihat ondel-ondel. Teruz seolah-olah, itu ondel-ondel pengen bunuh ane...

Dengan sekuat tenaga ane dorong itu ondel2. Akhirnya ane bisa lari keluar kamar. Anehnya, ane lari berasa kayak ada yang nahan. Itu ondel2 tetap ngejar dan berusaha nangkep ane. Ane lari ke dapur nyari ibu, dan ternyata waktu itu ibu lagi di rumah tetangga. Ane bener2 terperangkap di rumah ane sendiri. Sampai akhirnya ane lari kebawah meja makan sambil jerit2, itu ondel2 nabrak2in diri ke pinggir meja makan sampai semua barang diatas meja makan pada jatuh.

Gak lama kemudian ane denger suara motor vespa bapak. Nah ane langsung manggil2 bapak. Teruz itu ondel2 langsung terbang keatas nembus ternit, dan gak lama bapak langsung masuk rumah. Ane langsung lari ke arah bapak sambil nangis2. Awal nya bapak kira ane bohongan, setelah bapak lihat kearah dapur lihat atas meja berantakan semua dan pinggiran meja agak penyok akhirnya bapak percaya kalau ada yang gak beres di rumah. Langsung aja bapak kirim surat ke Jogja meminta simbah dateng ke Jakarta (simbah ane kiyai yang lumayan terkenal di Jogja).

Nah setelah simbah dateng ke Jakarta, simbah langsung sholat di segala ruangan rumah, teruz nempelin kertas bertulisan Arab di setiap kusen pintu. Nah aneh nya simbah malah tersenyum lihat ane ketakutan karena peristiwa tersebut. Kata ibu, ane nurunin ilmu kebatinan dari simbah, tapi mental ane yang gak kuat nerimanya.

Cerita berikutnya nyusul. Keep follow...
(add FB ane: devil_vandy_88_raiz@yahoo.com)
Terima kasih
Wassalamualaikum

38 comments:

Gani mengatakan... @ 12 Mei 2012 15.13

Pertamax

Gorygorie mengatakan... @ 12 Mei 2012 15.31

Suereem bos crita'y...trnyta enakan jd org biasa cz klo pe bs ngliat yg bgtuan bs mnyiksa batin... GAk kuatt!!

syalala mengatakan... @ 12 Mei 2012 15.33

keduax

Anonim mengatakan... @ 12 Mei 2012 15.39

ketiax hehe

Anonim mengatakan... @ 12 Mei 2012 15.43

Ketigax...
ceritanya Bagus dan Serem =)
keep posting ya

Anonim mengatakan... @ 12 Mei 2012 15.47

posisi ketigax itu aq yg nempatin maen nyolong aja V-V

Jig-saw mengatakan... @ 12 Mei 2012 15.56

LUMAYAN CERITANE DRPD LUMANYUN.. hehe ^_^V

g kbyang tu Ondel2 mukane,, klo ane jd ente. bisa2 ane jd PINGSAN..

thx yoo, & NICE STORY!

caw ^_~

kamal adi mengatakan... @ 12 Mei 2012 16.01

ceritanya serem jg gan,ceritanya bagus jg

Kim Dody mengatakan... @ 12 Mei 2012 16.15

Betawi sekali yak, Cerita'a keren. Merinding saya baca'a

major7 mengatakan... @ 12 Mei 2012 16.35

mayan serem...hiiii

Anonim mengatakan... @ 12 Mei 2012 17.02

ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MENCARI KERJA - MELANJUTKAN KULIAH - KENAIKAN JABATAN ?!?!
KAMI JASA PEMBUATAN IJAZAH SIAP MEMBANTU ANDA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN IJAZAH UNTUK BEKERJA ATAU MELANJUTKAN SEKOLAH / KULIAH
BERIKUT INI MERUPAKAN JASA YANG KAMI SEDIAKAN :

- SMU:4.000.000
- D3 :6.000.000
- S1 :8.000.000

* AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DI UNIVERSITAS / KOPERTIS / DIKTI, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI,BUMN, SWASTA)

JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL

SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.
KIRIM KE : 085736927001.ku@gmail.com
HUB : +6285736927001

(HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)

Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lainnya

naruto fans club3 mengatakan... @ 12 Mei 2012 17.20

madara is the best.good luck ya kak!bagus banget ceritanya!

Anonim mengatakan... @ 12 Mei 2012 18.05

Gue bingung mau ketawa apa takut ye? O.o tapi keren kok ceritanya.. ^_-

kamal adi mengatakan... @ 12 Mei 2012 18.07
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
yud_cbr 13 mengatakan... @ 12 Mei 2012 18.18

skrg coment crmis bnyak yg anonim..
Admin ktanya rmhnya d bekasi ya? Bekasinya mana?

Anonim mengatakan... @ 12 Mei 2012 18.41

serem...

Sigit Herdianto mengatakan... @ 12 Mei 2012 19.04

weleh2,baru tahu saya ada hantu ondel2.mungkin sebenarnya itu hantu bisa berubah wujud.karena anda selesai melihat ondel2,makanya hantunya ondel2.mungkin,kalau anda tadinya lihat syahrini,mungkin hantunya jadi syahrini.kayak mahluk di harry potter itu.

naruto fans club3 mengatakan... @ 12 Mei 2012 19.28

kak kamal,sama dong.aku juga sk kakashi.ikut twitter aku ya,@narutofansclub2

Aditya_SRAGENTINA mengatakan... @ 13 Mei 2012 01.14

Bisa ga kalo nulis kata "ini" jgn ditulis "ene".. Bqin gw salah arti aja, (gw td nganggap kata ene = ane)

bwt crita lumayan baguz, kembangkan lg ya..

Anonim mengatakan... @ 13 Mei 2012 06.10

ini bwt komen k0q jd sarana pada iklan ea...
Ceritanya bagus aq setju sama kk aditya aq juga jd salah pengertian kirain ene=ane ternyata ene=ini di perbaikin lagi ea

ondel2 mengatakan... @ 13 Mei 2012 13.50

Setan Ondel-Ondel

Hari itu setelah pulang sekolah aku pergi mengaji seperti biasanya. Pak Ustadz memarahiku karena belum bisa menghapal Ayat Kursi dan surat Al-Falaq. Menyebalkan sekali, aku kan anak kecil, masa dimarahi seperti itu? Tapi aku pulang mengaji dengan perasaan senang, aku ingat masih punya mainan baru, hadiah ulang tahun dari papa.

Sesampainya di rumah, aku segera bermain dengan mainan itu: sebuah robot-robotan Gundam yang tampak keren sekali. Di sampingku duduk Ahmad, sepupuku yang usianya dua tahun lebih tua dariku, saat pulang mengaji tadi ia seenaknya mengikutiku ke rumah. Ia juga bermain robot-robotan, namun robotnya dua kali lebih besar dari robotku, sama persis dengan perbandingan badan kami berdua. Badan Ahmad nyaris dua kali lebih besar dari badanku, itu sebabnya kadang aku agak takut pada dirinya. Waktu itu aku masih sangat kecil, jadi belum kenal dengan istilah ‘bullying’.

Ia memukulkan robotnya ke arah robotku, katanya robot kami sedang berperang. Kalau sudah begini, biasanya ia akan ‘meminjam’ robot-robotanku untuk dibawanya pulang. Aku hanya bisa pasrah dan berharap ia segera dijemput ibunya, menyebalkan sekali. Dan konyolnya aku selalu tak tega untuk mengadukan hal itu pada orang tuaku, lalu aku malah berbohong dan bilang kalau mainanku hilang, akhirnya aku yang dimarahi.

Dung! Dung! Dung!

Tiba-tiba saja terdengar suara pukulan gendang yang rasanya sudah tidak asing lagi bagiku. Suara itu datang dari luar rumahku, tapi dari ruang tamu ini terdengar dengan jelas sekali. Aku terperanjat. Suara itu terdengar seperti musik pengiring film horor di telingaku. Langsung saja kulempar mainanku ke lantai, dan aku segera lari sekuat tenaga dari ruang tamu.

Tidak mungkin, itu ondel-ondel!

Nafasku terengah-engah, entah karena berlari atau karena ketakutan. Aku berdiri merapat di balik dinding yang membatasi ruang tamu dengan ruang makan. Dung! Dung! Suara itu masih terdengar. Aku merayap pelan dan mengintip ke arah ruang tamu, kulihat Ahmad yang menatapku keheranan. Dia pasti bingung sekali dengan kelakuanku. Tidak! Tiba-tiba sosok itu terlihat dari balik jendela ruang tamu. Walau hanya samar-samar karena terhalang tirai, tapi aku dapat melihat kepalanya yang besar dan tatapan matanya yang tajam ke arahku, seolah ia dapat melihat menembus dinding. Aku segera menarik kembali kepalaku dan meringkuk di balik dinding. Beberapa tetes keringat mengalir di pelipisku. Aku harus menunggu sampai makhluk itu benar-benar pergi dari depan rumahku.

ondel2 mengatakan... @ 13 Mei 2012 13.51

Tiba-tiba Ahmad menggerakkan tubuh besarnya dan menghampiriku.

“Kenape lu?” Tanyanya heran.

Aku hanya diam. Aku tidak mau menjawab, aku hanya memalingkan wajah.

Dung! Dung! Dung! Suara tabuhan gendang itu tak juga berhenti.

Ahmad berusaha menatap mataku, lalu kemudian ia mengangkat kedua alisnya dan cengar-cengir menakutkan. Gawat, apa yang sedang dipikirkannya?

“Ooh...lu takut ondel-ondel ya?!” Ejeknya sambil menertawaiku.

Aku tak bisa menjawab. Kupejamkan mataku, dan kurasakan nafasku yang mulai tersengal-sengal. Ahmad dan ondel-ondel, kombinasi yang lebih seram dari mimpi buruk!

Tiba-tiba saja Ahmad mengenggam pergelangan tanganku dengan tangannya yang besar itu. Mau apa dia? Aku panik seketika. Lalu ia menyeretku sekuat tenaganya. Tidak! Ia ingin menyerahkan aku pada ondel-ondel!

“Jangaaaan!!!” Teriakku padanya.

Ia hanya cengar-cengir seperti kuda. Tampaknya ia senang sekali melihat wajahku yang pucat ketakutan.

Aku berusaha melawan. Biasanya aku hanya pasrah saja kalau dikerjai Ahmad, tapi kali ini tidak! Aku akan melawan walaupun harus mempertaruhkan nyawaku. Kutarik tanganku sekuat tenaga, kucakar ia dengan tangan kiriku, kutendang-tendangkan kakiku. Ia tak terlihat takut sedikitpun, cengkraman tangannya malah semakin kuat. Sejurus kemudian ia malah menggendongku, dibawanya aku seperti karung beras di atas punggungnya. Aku menangis sekeras-kerasnya.

“Mamaaaaa!!!!” Teriakku, aku tahu mamaku sedang tidur siang di lantai atas.

Cklek!

Ahmad membuka pintu utama ruang tamu.

Dung! Dung! Dung!

Suara gendang itu terdengar semakin jelas sekarang, tak ada lagi dinding penghalang antara aku dan ondel-ondel. Aku histeris melihat ondel-ondel itu hanya beberapa langkah dariku, hanya pagar rumah pendek yang menghalanginya.

Ahmad menjatuhkan aku di lantai teras, kepalaku pusing. Lalu ia sendiri segera masuk ke dalam rumah, menutup pintu, dan menguncinya! Aku berlari sekuat tanaga ke arah pintu, kucoba membukanya.

Krek! Krek!

Percuma, pintunya sudah dikunci.

Dung! Dung! Dung!

“Amaaaat...!!!” Teriakku sambil menggedor-gedor jendela.

Dari balik jendela aku dapat melihat Ahmad yang menjulur-julurkan lidahnya ke arahku sambil meledek. Dari pantulan bayangan di kaca jendela aku dapat melihat ondel-ondel itu menari-nari di belakangku. Kepalanya yang kotak besar, rambutnya yang tegak dan berwarna-warni, serta matanya yang bulat menakutkan. Ondel-ondel itu tak berhenti tersenyum sambil menari mengikuti irama gendang, seolah ia sudah siap untuk memangsaku.

ondel2 mengatakan... @ 13 Mei 2012 13.53

Dung! Dung! Dung!

Aku menangis sekeras mungkin. Tubuhku jatuh terjongkok di depan pintu tanpa sekalipun berani menatap ondel-ondel secara langsung. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku.

Beberapa saat kemudian pintu rumah dibuka, mama muncul sambil membawa sejumlah uang receh. Diberikannya uang receh itu kepada ondel-ondel, dan tak lama kemudian ondel-ondel itu segera pergi meninggalkan halaman rumahku. Aku menatap mama dengan air mata yang masih mengalir.

Mama hanya tertawa geli. Jahat sekali dia.

“Anak laki-laki kok takut ondel-ondel?” Ucapnya sambil menuntunku masuk ke dalam rumah.

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

Sampai malamnya, aku masih saja terbayang-bayang kejadian saat aku hampir dimangsa ondel-ondel tadi siang. Aku merengek pada mama dan papa untuk diizinkan tidur bersama mereka. Walau masih kecil begini, orang tuaku sudah membuatkan kamar untukku, katanya anak laki-laki tidak boleh manja. Aku setuju, aku suka punya kamar sendiri, aku bisa meletakkan mainanku dimanapun aku suka, tapi ini beda! Ini menyangkut masalah hidup dan mati!

“Ma..., boleh ya Aji tidur sama Mama?” Rengekku.

“Iiih ngapain sih? Kan kamu udah punya kamar sendiri...,” ucap mama sambil menonton televisi.

“Pa...?” Aku beralih pada Papa.

“Aduuh..., jangan malam ini ya, Ji? Gimana kalo besok malam aja?” Papaku menawar.

“Emangnya kenapa kalo sekarang?” Tanyaku memaksa.

“Malam ini Papa lagi ada urusan sama Mama, urusan darurat!” Jawab Papa.

Urusan darurat apa sih? Pikirku dalam hati. Mana ada yang lebih darurat dari pada keselamatan anak satu-satunya ini? Papa senyam-senyum padaku, seolah ingin berkata: Tentu saja ada.

“Lagian emangnya kenapa sih, Ji? Biasanya kamu nggak takut tidur sendiri?” Tanya Mama sambil memegang pundakku.

“Aji takut dimakan ondel-ondel...,” jawabku akhirnya, terus terang.

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, kemudian berusaha menahan tawanya. Apa sih yang mereka pikirkan? Orang dewasa memang tak pernah menyadari betapa berbahayanya ondel-ondel bagi anak kecil.

“Aji, kamu nggak perlu takut sama ondel-ondel. Ondel-ondel itu isinya orang, Cuma orang yang pake topeng...,” mama berusaha menjelaskan.

“Emangnya bener isinya orang?” Tanyaku lagi.

“Iya, bener.”

“Emang Mama udah pernah liat sendiri kalo isinya orang?” Tanyaku penasaran.

Mama berpikir sejenak sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Belum pernah sih...,” ucapnya ragu-ragu.

“Tuh kan, kalo Mama belum pernah liat sendiri, bisa aja Mama salah, bisa aja isinya bukan orang!” Ucapku, tampaknya kalimat paling cerdas yang kuucapkan sepanjang hari ini.

“Lha, kalo bukan orang, trus apa dong isinya?” Papa menyambung, mencoba menggunakan pendekatan yang lebih akademis.

“Setan!!!” Balasku dengan pemahaman yang sangat mistis.

Mereka berdua saling berpandangan, entah apa yang mereka pikirkan.

“Makanya, kamu jangan nakal-nakal kalo nggak mau dimakan ondel-ondel!” Ujar Papa yang secara tidak langsung telah membenarkan teori bahwa ondel-ondel adalah setan.

Mama mendelik ke arah Papa, seolah ingin memarahinya dari jarak jauh. Saat mata mama melotot, dia agak sedikit mirip dengan ondel-ondel. Papa hanya senyam-senyum, tapi aku tahu ia ketakutan; seolah takut tidak mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, entah apa.

Singkat cerita, permohonanku tidak dikabulkan. Papa malah menggendongku dan dengan tenangnya membawaku masuk ke dalam kamar. Ia merebahkan aku di atas tempat tidur sambil mengecup keningku.

ondel2 mengatakan... @ 13 Mei 2012 13.54

“Papa...,” aku merengek lagi.

“Jangan takut, Aji. Anak laki-laki harus berani! Harus kuat! Kaya Papa dong nih, pemberani!” Ucap Papa dengan sebuah penekanan pada kata ‘pemberani’.

“Bohong! Papa juga penakut! Sama kaya Aji!” Lawanku.

“Enggak kok! Papa nggak takut sama ondel-ondel!” Balas Papa.

“Bohong! Aji tau, sebenernya Papa juga takut sama ondel-ondel!” Aku memberi sanggahan.

“Eee-nak aja! Mana buktinya?” Tantang Papa.

“Buktinya, Papa tidur sama Mama! Kalo Papa emang pemberani dan nggak takut ondel-ondel, harusnya Papa tidur di kamar lain, sendirian, kaya Aji!” Ini adalah kalimat cerdas kedua yang kuucapkan hari ini.

Papa tidak membalas lagi, ia hanya garuk-garuk kepala kebingungan. Beberapa saat kemudian Mama muncul di ambang pintu.

“Pa, Aji udah tidur?” Tanyanya dari depan pintu kamarku.

Papa menoleh ke arah Mama, membuat tanda ‘Ssst’ dengan jarinya, lalu menatap lagi ke arahku.

“Ji, kamu nggak usah takut, kamu kan jagoan! Kalo ondel-ondel itu muncul lagi, kamu keluarin aja jurus-jurus yang ada di film Naruto!” Ujar Papa sambil bangkit dan memperagakan beberapa jurus pukulan, “Raikiri!!! Hia... Rasengan!!!”

Aku terkekeh geli. Aku saja tidak hapal nama jurus-jurus itu.

Papa keluar dari kamar, Mama menutup pintu sambil mematikan lampu kamarku. Sekarang cuma ada aku sendiri di ruangan yang gelap ini. Kumiringkan badanku ke arah kanan, kuusahakan untuk memejamkan mata. Aku harus tidur dan tidak boleh memikirkan ondel-ondel itu lagi. Setelah beberapa menit akhirnya aku terlelap juga.

Tapi aku terbangun lagi.

Samar-samar aku dapat melihat jam dinding di sebelahku, pukul 12 kurang 5 menit. Lima menit lagi tepat pukul dua belas malam! Kenapa aku malah terbangung tengah malam begini? Aku berguling di atas tempat tidurku, kanan dan kiri bergantian. Aku merasa gelisah.

Entah mengapa aku merasa seperti ada yang memperhatikanku sejak tadi. Apakah hanya perasaanku saja? Dengan melawan rasa takut aku menoleh ke arah jendela. Mataku kupejamkan, tapi mengintip sedikit-sedikit. Kalau aku pura-pura tidur, hantu juga pasti malas mengganggu, pikirku.

Kulihat jendela kamarku. Ada yang aneh, ada sesuatu yang tidak biasa. Ada sebuah bayangan yang bergerak-gerak di balik jendela itu. Siapa itu? Papa? Atau Mama? Tapi bayangan itu terlihat lebih besar dari manusia normal. Di kepalanya terlihat rambut yang berdiri seperti terbuat dari batang bambu. Bayangan itu menari-nari, bergoyang ke kanan dan ke kiri. Ia sedang mengintipku dari balik jendela, tapi ia tahu kalau aku cuma pura-pura tidur.

Ondel-ondel!

Aku segera berbalik dan menutup wajahku. Gawat! Ia pasti datang untuk memangsaku! Dalam heningnya malam, aku dapat mendengar suara-suara. Suaranya menggedor jendela. Ia mengetuk-ngetuk jendela seperti irama gendang yang selalu mengiringinya. Aku menahan nafas. Suara ketukan itu semakin lama semakin keras, seolah ia akan memecahkan kaca dan menerobos masuk!

Aku tidak tahan lagi, aku segera loncat bangkit dari tempat tidur. Berlari secepat mungkin ke arah pintu kamar. Kubuka pintunya dengan sedikit berjinjit.

“Mamaaa!!! Papaaa!!!” Teriakku sambil berlari menyusuri lorong.

Rumah ini terasa sangat gelap malam ini. Apakah memang begini setiap malam? Aku tidak tahu, aku tidak pernah bangun sendirian tengah malam begini. Begitu gelapnya, sampai aku bahkan lupa ke arah mana kamar orang tuaku? Aku terus berlari ke arah yang bisa kulihat dengan mata.

ondel2 mengatakan... @ 13 Mei 2012 13.55

BRUG!

Aku menabrak sesuatu, aku jatuh terduduk karena terpental oleh benda itu. Kepalaku sakit. Apa sih yang kutabrak ini? Aku melongok ke atas, tinggi sekali. Aku dapat melihatnya di antara kegelapan, tubuhnya luar biasa besar, ia tersenyum padaku sambil bergoyang ke kanan dan ke kiri. Ia perlihatkan kumisnya yang lebat dan gigi taringnya yang panjang melengkung keluar. Wajahnya merah seperti darah. Kata orang, kalau wajahnya merah, berarti ondel-ondel laki-laki. Aku dikangkangi oleh tubuhnya yang sangat besar itu, aku merinding. Ondel-ondel raksasa!!!

Aku segera bangkit dan berlari ke arah yang berlawanan. Dapat kudengar dengan jelas, suara berdebam di belakangku. Ondel-ondel itu mengikutiku! Ia berlari dan membuat suara keras di lantai. Kutolehkan sedikit kepalaku. Ada dua..., bukan! Empat ondel-ondel raksasa mengejarku! Satu ondel-ondel lelaki berkumis yang berwajah merah tadi, dan tiga ondel-ondel perempuan yang berwajah putih. Ondel-ondel poligami!

“Aaaaa...!!!” Aku berteriak sekeras yang aku bisa.

Akhirnya tiba juga aku di kamar orang tuaku. Kugedor-gedor pintu kamarnya sambil menahan pipis. Mereka masih juga tidak mendengarku. Kugedor-gedor lagi. Tidak ada jawaban. Para ondel-ondel itu semakin dekat ke arahku. Aku dapat melihat gigi taringnya yang sudah siap mencabik-cabik tubuhku.

“Mamaaa!!!” Kupukul-pukul pintu itu sekuat tenaga.

Ondel-ondel semakin dekat. Kulihat mereka sudah menyiapkan garpu dan pisau di tangan mereka, bahkan ondel-ondel berkumis sudah memasang celemek di lehernya. Air liur mereka menetes sambil menatapku dengan lapar seperti pembawa acara kuliner di tivi.

“Tidaaaaak!!!” Teriakku.

Ckrek!

Pintu terbuka. Segera kupeluk mama dan papa yang keluar dari pintu itu. Kulepaskan tangisku sepuasnya di pelukan mereka.

“Aji, kamu kenapa, Sayang?” Tanya mama kebingungan.

“Ondel-ondel, Ma, Pa!” Ujarku sambil menunjuk ke arah ondel-ondel itu tadi berdiri.

Papa bergerak ke arah itu sambil memperhatikan sekeliling, “Mana ondel-ondelnya? Nggak ada tuh? Ah, kamu ngigau nih?”

Aku tidak tahu apakah aku mengigau atau tidak, aku hanya bisa menangis. Bukan menangis karena sedih, tapi karena perasaan lega yang tak terkira saat bertemu orang tuaku. Untunglah.

“Yaudah, yuk tidur sama Mama dan Papa aja ya?” Ajak Mama sambil menggendongku masuk ke dalam kamarnya.

Aku hanya mengangguk sambil menyeka air mata di kedua mataku. Papa mengekor di belakang kami sambil menutup pintu.

Ah, akhirnya. Kini aku tidur di dalam pelukan mereka berdua. Kehangatan yang tiada tara dan rasa aman yang tak mungkin tergantikan oleh apapun. Aku merasa nyaman sekarang, aku tidak takut lagi pada ondel-ondel, karena mama dan papa ada di dekatku.

Aku tersenyum bahagia saat tangan mereka mengusap-usap rambutku, meninabobokan aku. Ingin sekali kuucapkan terima kasih kepada mereka, kedua orang tuaku, lalu kubuka mataku sedikit dan kuintip wajah mereka.

Wajah mereka jadi besar. Wajah papa jadi merah. Wajah mama jadi putih. Rambut mereka jadi jabrik dan warna-warni. Gigi taring papa lebih besar dari biasanya dan bibir mama lebih dower dari biasanya.

Papa dan mama berubah jadi ondel-ondel –dan mereka mendekapku dalam pelukan!!! Aku menahan nafas. Kupejamkan mataku sekuat tenaga.

Dengan terbata-bata kubaca Ayat Kursi yang baru kuhapal sepotong-sepotong. Pak Ustadz, besok aku pasti sudah hapal Ayat Kursi, aku yakin itu.

Anonim mengatakan... @ 13 Mei 2012 13.57

wah bagus ceritanya

sir anjingkeparat mengatakan... @ 13 Mei 2012 14.36

like this

OXION, minuman kesehatan mengatakan... @ 13 Mei 2012 17.58

ceritanya bagus..

LANJUTKAN dan SEMANGAT!!!!!

Anonim mengatakan... @ 13 Mei 2012 21.56

@ondel2 : waah cerita'y bgs kak!! itu ceritamu asli, kah???

jesicca gello mengatakan... @ 14 Mei 2012 09.24

@ondel2 : knp gx masukin critanya aj dblog ini??

knp malah coment??

sayang kan cerita bgus gini malah masuk coment doank??

buat penulis ayo hasilkan karya karyamu lagi ^_^

Anonim mengatakan... @ 14 Mei 2012 09.52

ONDEL2@like this

Anonim mengatakan... @ 14 Mei 2012 11.10

Onde2@ ceritanya kaya di buku Distrosi Mimpi karya Muhamad rivai

Anonim mengatakan... @ 15 Mei 2012 12.53

assalamualaikum...
to : admin

cerita hantu ondel2 versi 1 original made by " FANDI "

cerita ondel2 versi 2 dikembangkan oleh agan @ondel2

jadi tolong utk kk admin...cerita ondel2 versi 2 dibuat dalam trade yg terpisah...ane gak mempermasalahkan pengembangan cerita nya...ane malah seneng...coz dengan adanya pengembangan cerita..tanda nya hantu ondel2 ene bener2 exsis...gak cuma ane yg ngalamin...cuma untuk bisa saling menghargai karya tulis orang lain aja...

terima kasih
salam hormat

fandi rais " Pandie "

wassalamualikum..

Niken N3C mengatakan... @ 16 Mei 2012 20.37

Waaah cerita seruu seruu aku suka aku sukaa *ala mei-mei*

gak kebayang gmn kalo km itu adalah AKU!! hi hi amiiit..

Oh ya simbah km terkenal di jogja??? aku gk kenal simbah km!! * papaku kan org jogja* Emg'y simbah km nm'y siapa?? (kali aja papaku kenal??*

Kalo mbahku : semua setan pada takut sm mbahku!! *koq mbahku berani banget ya, tp cucunya penakut abiieez!! he he*

Oh ya satu lagi , emg gmn sih rasanya ngeliat hantu??? kalo enak aku mau lihat!! *@penasaran.com*

Satu lagi nih *dr tadi satu lagi- satu lagi mulu yak?? he he* bahasa'y tolong jgn pake bahasa gaul ya!! (soal'y aku gk ngerti) oh ya kan ada part 2'y kan?? pada part 2'y jgn pake bahasa gaul ya!! . Ditunggu part 2'y!!!

Anonim mengatakan... @ 17 Mei 2012 09.18

bohong x cerita onde-onde tu koq?

Intinya cuma "ngapaL ayat kursi".

Bukankah begitu pengarang?!

Anonim mengatakan... @ 18 Mei 2012 14.14

@niken : simbah ane tinggal di daerah jogja selatan...daerah imogiri...nah nama almarhum simbah tuh "Nur Shova"...lbh dikenal dengan nama mbah "Ngapisan"...simbah sudah meninggal 1tahun yang lalu...T_T...sosok seorang kakek penyayang, tentor ngaji yg profesional, ahli dakwah, imam yg baik & seorang tukang sumur yg selalu rendah hati...

Dwi Heri mengatakan... @ 18 Mei 2012 22.49

wah Ceritanya keren
kan tetapi iya tolong
koment yg nyambung

myrabeller mengatakan... @ 3 Juli 2012 07.20

gilak serem abs, gue juga paling parno liat ondel-ondel !
Mendingan liat reog deh !
Hhuhuhu

Poskan Komentar

Masih terlalu banyak pengganggu...
Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi.

 

Pengikut

Last 30 days visit

    About:
  • cerita
  • misteri
  • hantu
  • seram
  • mistis
  • horor
  • gaib
  • setan