Karena Belum Shalat Dzuhur
Published under Cerita Hantu Bandung, Cerita Horor JawaSalam kenal semuanya, namaku Priyandi. Aku ingin berbagi pengalaman seram yang aku dan sahabatku, Topan, alami saat kami masih kecil.
Dulu aku tinggal di rumah kakekku yang terletak di jl.Gumuruh, Bandung. Kisah ini terjadi saat aku dan Topan sedang bermain di rumahku. Rumahku dihuni oleh 6 orang yaitu kakekku, ayah-ibu, dan kedua kakakku. Kejadiannya sendiri terjadi di siang hari. Sepulang sekolah seperti biasa aku menjaga rumah berdua dengan kakekku, tetapi karena kakekku sudah sangat tua, beliau lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur dari siang hingga sore hari. Hal itu aku ketahui karena suara dengkurnya yang sangat keras hingga terdengar di seluruh penjuru rumah.
Siang hari itu Topan datang kerumah untuk menemaniku menjaga rumah sembari bermain Nintendo. Kami berdua masuk kamarku dan mulai asyik bermain. Saat aku bermain, tiba-tiba Topan berkata, "Ndi, abang (kakak laki-lakiku) udah pulang ya?". Jawabku, "Belum Pan, abang mah jam segini masih sekolah (abangku berbeda 6 tahun denganku jadi saat itu dia sudah SMP)". Topan berkata lagi, "Terus tadi yang lari ke dapur siapa?". Karena kaget, aku berhenti bermain game dan mengajak Topan untuk melihat ke dapur dan mengecek apakah benar abangku ada disana. Kami pun berjalan ke dapur dan hasilnya tidak ada siapa-siapa disana.
Kini giliran Topan yang bermain dan aku sebagai penonton. Saat itu diluar kamarku aku melihat kakekku berjalan ke arah dapur. Langsung aku bilang ke Topan, "Pan, ato` (bahasa bangka untuk kakek) ke dapur tuh". Topan pun menjawab, "Ato` kan lagi tidur, tuh ngoroknya aja kedengeran". Lalu aku balas, "Terus yang tadi lewat siapa?". Kami berdua kembali berlari menuju dapur dan kembali tidak menemukan siapa-siapa disana.
Aku baru ingat belum shalat dzuhur dan segera menuju kamar mandi untuk berwudhu. Setelah wudhu kami menuju kamar dan shalat. Setelah shalat... kami melihat di samping pintu kamarku ada sosok yang tengah memperhatikan kami. Sosok itu adalah kakekku, tetapi kami berdua tau bahwa itu bukan kakekku karena saat itu masih terdengar suara dengkurnya yang begitu keras.
- Priyandi -
Dulu aku tinggal di rumah kakekku yang terletak di jl.Gumuruh, Bandung. Kisah ini terjadi saat aku dan Topan sedang bermain di rumahku. Rumahku dihuni oleh 6 orang yaitu kakekku, ayah-ibu, dan kedua kakakku. Kejadiannya sendiri terjadi di siang hari. Sepulang sekolah seperti biasa aku menjaga rumah berdua dengan kakekku, tetapi karena kakekku sudah sangat tua, beliau lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur dari siang hingga sore hari. Hal itu aku ketahui karena suara dengkurnya yang sangat keras hingga terdengar di seluruh penjuru rumah.
Siang hari itu Topan datang kerumah untuk menemaniku menjaga rumah sembari bermain Nintendo. Kami berdua masuk kamarku dan mulai asyik bermain. Saat aku bermain, tiba-tiba Topan berkata, "Ndi, abang (kakak laki-lakiku) udah pulang ya?". Jawabku, "Belum Pan, abang mah jam segini masih sekolah (abangku berbeda 6 tahun denganku jadi saat itu dia sudah SMP)". Topan berkata lagi, "Terus tadi yang lari ke dapur siapa?". Karena kaget, aku berhenti bermain game dan mengajak Topan untuk melihat ke dapur dan mengecek apakah benar abangku ada disana. Kami pun berjalan ke dapur dan hasilnya tidak ada siapa-siapa disana.
Kini giliran Topan yang bermain dan aku sebagai penonton. Saat itu diluar kamarku aku melihat kakekku berjalan ke arah dapur. Langsung aku bilang ke Topan, "Pan, ato` (bahasa bangka untuk kakek) ke dapur tuh". Topan pun menjawab, "Ato` kan lagi tidur, tuh ngoroknya aja kedengeran". Lalu aku balas, "Terus yang tadi lewat siapa?". Kami berdua kembali berlari menuju dapur dan kembali tidak menemukan siapa-siapa disana.
Aku baru ingat belum shalat dzuhur dan segera menuju kamar mandi untuk berwudhu. Setelah wudhu kami menuju kamar dan shalat. Setelah shalat... kami melihat di samping pintu kamarku ada sosok yang tengah memperhatikan kami. Sosok itu adalah kakekku, tetapi kami berdua tau bahwa itu bukan kakekku karena saat itu masih terdengar suara dengkurnya yang begitu keras.
- Priyandi -
26 comments:
BAGUS GAN CERITAX....
I LIKE IT... ♥ GOOD ♥
roh kakeknya kali tuh
badannya tidur tp rohnya jalan2 hehehe
itu kakek-kakek narsis
g serem
cerita di cekik pocong kek
ato nyuri uang sama tuyul kek...
tapi LikE dah,, buat usahanya buat share..
di tunggu next ceritanya.......
bagus.. mgkin jin muslim itu..
SEMANGAT!!!
ke tujuhxxxxxxxx hehehehehehe :D
Mungkin Itu Jin Muslim kali .....
Pertamax Nih Gan ...
mungkin itu jin muslim yang mau mengingatkan kita sholat saja
cerita yg menarik..sebaik-baiknya jin adl sejahat-jahatnya manusia..kata guru agama, gt kan?
Wyne ert : blh minta nmr telpon?
Tenang,aq cwek
nomere berapaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxxx
serammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
maaf kepanjangan hehe
@cc kintan: maav cc, keep in touch di sini aja yaa..
lumayan serem ceritanya gan
Hemm.. Baguz, d.tunggu crita laen.ny ya..
lumayan daripada lumanyun,
Wyne ert: Yaaaa.......Minta,dunk...Please,,
@cc kintan: =D
wah ada yg pdkt nih kyanya
Oh,ceritanya bagus.Kalau siang di rumahku juga sering begitu.
Wyne ert : Please,,
Priyandi,asalnya dr bangka y?
mngkin hyalan krna masih kecil, dlu we jga sring ngayalin hntu bwt nkut"in temn"
Memang Di gumuruh itu katanya kecamattan hantu
kta hantu..."Woiii, lo pd shlt gih..gantian dunk gw yg maen nintendo"
Nice Share Gan Brusaha Lebih Bguz Lgi ya !!!
Poskan Komentar
Masih terlalu banyak pengganggu...
Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi.